SOAL PEMBAHASAN BESARAN SATUAN

A. Soal UN dan Pembahasan

Soal No. 1 (UN 2016)

Dari hasil pengukuran diameter sebuah bola dengan menggunakan jangka sorong, panjang diameter bola 6,26 cm. Gambar di bawah ini yang benar dari hasil pengukuran tersebut adalah ….

Pembahasan Klik disini

Jawab : C   ==> Pembahasan

Jangka sorong terdiri dari dua skala, yaitu skala utama yang berada di atas dan skala nonius yang berada di bawah. Kunci utama membaca hasil pengukuran jangka sorong adalah dengan memperhatikan posisi nol skala nonius.

Mari kita perhatikan angka 0 skala nonius, mana yang paling mungkin menghasilkan 6,26 cm.

  • Opsi A: angka 0 skala nonius berada di antara 6,0 dan 6,1 skala utama sehingga tidak mungkin hasilnya 6,26.
  • Opsi B: angka 0 skala nonius berada di antara 6,1 dan 6,2 skala utama sehingga tidak mungkin hasilnya 6,26.
  • Opsi C: angka 0 skala nonius berada di antara 6,2 dan 6,3 skala utama sehingga sangat mungkin hasilnya 6,26.
  • Opsi D: angka 0 skala nonius berada di antara 6,5 dan 6,6 skala utama sehingga tidak mungkin hasilnya 6,26.
  • Opsi E: angka 0 skala nonius berada di antara 6,3 dan 6,4 skala utama sehingga tidak mungkin hasilnya 6,26.

Jadi, gambar pengukuran yang paling mungkin menghasilkan pengukuran 6,26 cm adalah gambar opsi (C).

Soal No. 2 (UN 2015)
Hasil pengukuran diameter bola butiran logam dengan menggunakan mikrometer sekrup adalah 2,75 mm. Gambar yang sesuai dengan hasil pengukuran tersebut adalah ….

Jawab : C  ==> Pembahasan

Mikrometer sekrup mempunyai dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama bersatuan mm dan skala nonius bersatuan 0,01 mm.
Hasil pengukuran 2,75 mm berarti:

2,75 mm = 2,5 mm + 0,25 mm
= 2,5 mm + 25 × 0,01 mm
= 2,5 skala utama + 25 skala selubung  ==> Jawab C

Soal No. 3 (UN 2014)
Di bawah ini adalah hasil pengukuran massa sebuah benda dengan neraca Ohaus tiga lengan yang mempunyai ketelitian 0,1 gram.

 Hasil pengukuran massa benda tersebut adalah …
A.   221 gram
B.   212 gram
C.   203 gram
D.   122 gram
E.   120,2 gram
Pembahasan Klik disini

Jawab : A  ==> Pembahasan

Neraca Ohaus terdiri dari tiga lengan. Lengan pertama berskala ratusan gram, lengan kedua berskala puluhan gram, lengan ketiga berskala satuan gram. Neraca Ohaus mempunyai ketelitian hingga 0,1 gram. Cara membaca neraca Ohaus pada soal di atas:

Lengan 1 : 200 gram
Lengan 2 : 20 gram
Lengan 3 : 1 gram
⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
Total : 221 gram

Jadi, hasil pengukuran massa benda tersebut adalah 221 gram ==> Jawab A

Soal No.4 (UN 2013)
Gambar berikut ini menunjukkan hasil pembacaan skala pengukuran diameter bola kecil dengan menggunakan mikrometer sekrup.

Hasil pengukurannya adalah ….
A.   6,93 mm
B.   6,94 mm
C.   6,95 mm
D.   6,86 mm
E.   6,97 mm

Pembahasan Klik disini

Jawab : B   ==> Pembahasan

Hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup tersebut adalah sebagai berikut:

skala utama = 6,5 mm
skala selubung = 44 × 0,01 mm = 0,44 mm

hasil pengukuran = skala utama + skala selubung
= 6,5 mm + 0,44 mm
= 6,94 mm  ==> Jawab : B

Jadi, hasil pengukuran diameter bola kecil tersebut adalah (B).

Soal No. 5 (UN 2012)
Sebuah benda ketebalannya diukur dengan mikrometer sekrup seperti gambar.

 Hasil pengukuran ketebalan benda adalah ….
A.   2,97 mm
B.   2,47 mm
C.   2,03 mm
D.   1,97 mm
E.   1,47 mm

Jawab : B  ==> Pembahasan

skala utama = 2 mm
skala selubung = 47 × 0,01 mm = 0,47 mm

hasil pengukuran = skala utama + skala selubung
= 2 mm + 0,47 mm
= 2,47 mm ==> Jawab B

Pembahasan Klik disini

Soal No. 5 (UN 2009)
Sebuah balok diukur ketebalannya dengan jangka sorong. Skala yang ditunjukkan dari hasil pengukuran tampak pada gambar.

Hasil pengukuran balok kayu dengan jangka sorong

Besarnya hasil pengukuran adalah ….
A.   3,19 cm
B.   3,14 cm
C.   3,10 cm
D.   3,04 cm
E.   3,00 cm

Pembahasan Klik disini

Jawab : A   ==> Pembahasan
Jangka sorong terdiri dari dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius (tambahan). Skala utama berada di atas dengan satuan cm. Sedangkan skala nonius berada di bawah dengan satuan 0,01 cm.
Pada gambar di atas, angka 0 pada skala nonius berada di antara 3,1 dan 3,2 skala utama, berarti skala utamanya adalah 3,1 cm. Garis pada skala nonius yang berimpit dengan garis pada skala utama adalah garis ke-9 sehingga pembacaan skala noniusnya 9 × 0,01 cm = 0,09 cm.
Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius
= 3,1 cm + 0,09 cm
= 3,19 cm
Jadi, hasil pengukuran ketebalan balok tersebut adalah 3,19 cm  ==> Jawab : A

Soal No. 6 (UN 2014)

Pada pengukuran massa benda dengan neraca ohauss, kedudukan skala diperlihatkan seperti gambar betikut

Hasil pengukuran benda tersebut adalah
a. 400 gram             d. 730 gram
b. 430 gram             e. 734 gram
c. 437 gram

Pembahasan Klik disini ==> C

Soal No. 7 (UN 2014)

Pada pengukuran massa benda dengan neraca ohauss, kedudukan skala diperlihatkan seperti gambar betikut.

Hasil pengukuran benda tersebut adalah…
a. 135 gram                  d. 255 gram
b. 155 gram                  e. 305 gram
c. 235 gram

Pembahasan Klik disini ==> A

Soal No. 8 (UN 2014)

Perhatikan gambar hasil pengukuran massa benda menggunakan neraca Ohauss berikut ini !

Hasil pengukuran benda di tersebut adalah…
a. 233,5 gram                         d. 325,0 gram
b. 235,0 gram                         e. 353,2 gram
c. 230,5 gram

Pembahasan Klik disini ==> C

Pengukuran panjang pegas dengan jangka sorong terlihat sperti pada gambar berikut.

Hasil pengukurannya adalah…
a. 3,25 cm                  d. 3,40 cm
b. 3,30 cm                  e. 3,45 cm
c. 3,35 cm

Pembahasan Klik disini ==> C

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*