DASAR-DASAR PHP

A. Variabel

Variabel adalah tempat kita menyimpan nilai sementara. yang berisikan nilai atau informasi yang nilainya tidak diketahui maupun telah diketahui. Lebih mudahnya seperti ini:

Ketika kita belajar matematika kita diberikan tugas seperti ini
x + 6 = 10
Tentukan berapakah x

x pada kasus diatas artinya variabel x, yang akan diisi dengan angka 4
begitu pula Variabel dalam pemrograman juga memiliki arti yang sama seperti dalam matematika tersebut, Jadi Variabel adalah tempat menyimpan nilai sementara, contoh kasus matematika diatas variabel x = 4.

Variabel akan ada selama program dijalankan. Namun bisa diubah/dihapus dari memori. Contoh kasus matematika diatas x = 4 dapat diubah menjadi x = 3, jika soalnya diubah menjadi x + 7 = 10 atau lainnya

B. Tipe Data

Tipe data merupakan klasifikasi untuk menentukan jenis nilai yang dimiliki oleh suatu variabel. Fungsinya adalah memastikan bahwa setiap variabel dalam program memiliki tipe data yang sesuai, sehingga data tersebut dapat diinterpretasikan dengan benar dan operasi-operasi tertentu dapat dilakukan dengan benar juga.

Tipe data yang dapat digunakan di dalam script php adalah sebagai berikut : String, Integer, Float, Boolean, Array, Object, Null

Tipe data String
String adalah urutan karakter yang menjadi teks. Nilai apapun didalam variabel akan dicetak sesuai yang tertulis. Penulisanya harus menggunakan tanda petik. Contoh penggunaanya sebagai berikut :

<?php 
	$x = “Belajar PHP”;
	$y = “Saya sedang belajar PHP di syaiflash”;
	echo $x . “<br>” . $y;
?>

Maka Hasilnya
Belajar PHP
Saya sedang belajar PHP di syaiflash

Tipe data Integer
Integer adalah tipe data yang berisikan angka bulat tanpa desimal. Penulisanya menginputkan angka bulat tanpa menggunakan tanda petik seperti string. Contoh penggunaanya sebagai berikut :

<?php 
	$x = 1;
	$y = 2;
	echo $x + $y;
	echo "<br>";
	echo $x . $y;
?>

Maka Hasilnya
3
12

Tipe data Float
Float adalah tipe data yang berisikan angka pecahan. Penulisanya sama seperti integer, tanpa menggunakan tanda petik, tetapi diperbolehkan menggunakan koma dibelakang angka sebagai penanda bahwa nilainya tidak bulat.

Dalam bahasa pemrograman, koma pada angka pecahan tidak ditulis dengan koma (,) melainkan titik (.). Contoh penggunaanya :

<?php 
	$x = 1.2;
	$y = 2.3;
	echo $x + $y;
	echo "<br>";
	echo $x . $y;
?>

Hasilnya
3.15
1.22.3

Tipe data Boolean
Boolean adalah tipe data yang merepresentasikan 2 kemungkinan keadaan, True dan False. Karena ini berupa kondisi, dan bukan teks, maka penulisanya tidak menggunakan petik. Digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi benar atau salah dalam suatu statement. Contoh penggunaanya sebagai berikut :

<?php 
$x = true;
$y = false;
var_dump($x); //fungsi untuk memeriksa kondisi boolean dalam variabel
echo "<br>";
var_dump($y); //fungsi untuk memeriksa kondisi boolean dalam variabel
echo "<br>";
echo $x; //Jika dicetak dengan echo, boolean true akan muncul angka 1
echo "<br>";
echo $y; //Jika dicetak dengan echo, boolean false tidak akan menampilkan apapun
?>

Hasilnya
bool(true)
bool(false)
1

Tipe data Array
Array adalah tipe data yang berisi sekumpulan tipe data lain, kita dapat menyimpan banyak nilai dari jenis data tipe lain menjadi satu variabel. Contoh penulisan dan hasil eksekusinya :

<?php  
$makanan = array("Gudeg","Soto","Nasi Goreng");
var_dump($makanan);
echo "<br>";
echo $makanan;
echo "<br>";
echo $makanan[0];
echo "<br>";
echo $makanan[1];
echo "<br>";
echo $makanan[2];
echo "<br>";
$angka = [1,2,3];
var_dump($angka);
echo "<br>";
echo $angka;
echo "<br>";
echo $angka[0];
echo "<br>";
echo $angka[1];
echo "<br>";
echo $angka[2];
?> 

Perlu diketahui, array saja tanpa pembilang akan muncul warning seperti kejadian diatas, Jika ingin memunculkan suatu nilai di dalam array, maka harus menggunakan pembilang urutan array yang dimulai dari 0, seperti penulisan script diatas.

Sedangkan fungsi var_dump() untuk array akan memunculkan tipe data variabel (array) dan memunculkan tipe data dari nilai sesuai urutan beserta panjang variabel atau keterangan nilainya.

Tipe data Object
Object adalah tipe data yang memasukan sebuah kelas kedalam suatu variabel. Jika variabel diekseksi, perlu memanggil fungsi dengan menulisakan $variabel->namafungsi yang ada di dalam kelas tersebut dan akan menjalankan apapun yang ada didalam fungsi tersebut. Contoh penggunaanya sebagai berikut :

<?php  
Class CetakTeks{
	Function Teks(){
		$a = "Hello World! <br>";
		$b = "Ini adalah contoh eksekusi<br>";
		$c = "dari sebuah tipe data object yang berisi fungsi <br>";
		$d = "yang melakukan echo untuk menampilkan teks ini<br>";
		echo $a.$b.$c.$d;
	}
}
$cetak = new CetakTeks();
$cetak->Teks();
?> 

Hasilnya:
Hello World
Ini adalah contoh eksekusi
dari sebuah tipe data object yang berisi fungsi
yang melakukan echo untuk menampilkan teks ini

Tipe data Null
Tipe data ini hanya berisi satu nilai, yaitu null. Null artinya tidak memiliki nilai atau kosong, sehingga jika null dicetak akan tidak memunculkan nilai atau data apapun. Contoh penggunaan :

<?php 
	$cetak = null;
	echo $cetak;
?>

C. Konstanta

Konstanta seperti variabel. Ia bisa menyimpan nilai. Tapi tidak bisa diubah.

// konstanta nilai 10
const nilai = 10

// jika diubah menjadi 12
nilai = 12 // <-- maka akan terjadi error di sini

Konstanta digunakan untuk menyimpan nilai yang tidak pernah berubah. misalnya nilai π (pi) 3,14

const PHI = 3.14;
const API_KEY = "123456";

Pada dunia nyata, nilai PHI memang tidak akan pernah berubah. Lalu untuk API_KEY biasanya digunakan untuk mengakses sebuah web service dan nilai ini tidak akan pernah berubah di dalam program.

Cara Membuat Konstanta dan Contohnya

Pada PHP, kita dapat membuat konstanta dengan dua cara.

  1. Menggunakan fungsi define();
  2. Menggunakan kata kunci const.
<?php
// membuat konstanta dengan fungsi define()
define('DB_SERVER', 'localhost');
define('DB_USER', 'syaiflash');
define('DB_PASS', 'R4Hasia');
define('DB_NAME', 'belajar');

// membuat konstanta dengan kata kunci const
const API_KEY = "1234";
?>

Nama konstanta diharuskan menggunakan huruf kapital agar mudah dibedakan dengan variabel. Meskipun di PHP menggunakan simbol dolar ($) untuk variabel, kita harus mengikuti aturan ini.

Contoh Script Konstanta

<?php // file: belajar-konstanta.php

// membuat konstanta
define('VERSION', '1.0.0');

const SITE_NAME  = "syaiflash";
const BASE_URL    = "https://www.syaiflash.com";

// cetak nilai konstanta
echo "Site name: " . SITE_NAME . "<br/>";
echo "URL: " . BASE_URL . "<br/>";
echo "Version: " . VERSION . "<br/>";

D. Operator

Sebelumnya telah dibahas tentang variabel dengan berbagai macam tipe datanya. Akan tetapi variabel saja tanpa adanya sentuhan lain, itu kurang bermanfaat.

variabel dapat dimanipulasi dengan berbagai cara menggunakan operator. Operator berfungsi untuk berinteraksi dengan variabel, seperti misalnya menambahkan 2 variabel integer, atau mengalikan satu variabel dengan variabel lainnya. Semua itu membutuhkan penggunaan operator.

Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator untuk menghitung operasi matematika dasar.

  • penjumlahan (+)
  • pengurangan (-)
  • perkalian (*)
  • pembagian (/).
  • modulus dengan simbol %
  • eksponensial dengan simbol **
  • negasi dengan simbol - sebelum nama variabel-nya.
<?php

$a = 5;
$b = 10;

# operator aritmatika standar
echo "{$a} + {$b} = " . ($a + $b) . " <br>";
echo "{$a} - {$b} = " . ($a - $b) . " <br>";
echo "{$a} * {$b} = " . ($a * $b) . " <br>";
echo "{$a} / {$b} = " . ($a / $b) . " <br>";

# modulus
echo "{$a} % {$b} = " . ($a % $b) . " <br>";
# eksponensial
echo "{$a} ** {$b} = " . ($a ** $b) . " <br>";
# negasi
echo "-a = " . (-$a) . " <br>";

Hasilnya
5 + 10 = 15
5 – 10 = -5
5 * 10 = 50
5 / 10 = 0.5
5 % 10 = 5
5 ** 10 = 9765625
-a = -5

Operator Penugasan (Assignment)
Operator penugasan atau assignment adalah operator yang berfungsi untuk memberi nilai kepada suatu variabel. Nilai tersebut bisa berupa nilai tunggal yang sudah jelas, atau juga bisa nilai yang berupa hasil dari suatu ekspresi tertentu; misal ekspresi aritmatika atau juga ekspresi logika.

Operator penugasan dalam PHP adalah operator =. Kita telah menggunakan operator tersebut sejak awal ketika mulai membuat variabel di dalam PHP.

Perhatikan dan praktikkan kode program di bawah:

<?php
$nilaiMatematika = 8;
$rataRata = (10 + 7 + $nilaiMatematika) / 3;

$namaDepan = "Nurul";
$namaLengkap = "{$namaDepan} Huda";

$a = 5;
$a += 10; # sama dengan $a = $a + 10;
echo var_dump($a) . "<br>";

$a -= 20; # sama dengan $a = $a - 20;
echo var_dump($a) . "<br>";

$a *= 100; # sama dengan $a = $a * 100;
echo var_dump($a) . "<br>";

$a /= 10; # sama dengan $a = $a / 10;
echo var_dump($a) . "<br>";

Hasilnya
int(15)
int(-5)
int(-500)
int(-50)

Operator Perbandingan
Operator perbandingan digunakan untuk membandingkan antara dua nilai. Hasil yang didapatkan dari operator perbandingan adalah suatu nilai dengan tipe data boolean, yaitu true atau false.

Jika pernyataan perbandingannya benar, nilai yang dikembalikan adalah true. Dan jika pernyataan perbandingannya salah, nilai yang akan didapatkan pun menjadi false.

Berikut adalah operator perbandingan yang bisa kita gunakan dalam PHP:

SimbolKeterangan
>Lebih dari
>=Lebih dari atau sama dengan
<Kurang dari
<=Kurang dari atau sama dengan
<?php

$nilai = 90;
# membanding variabel
$lulus = $nilai > 80;

echo "{$nilai} > 80 = ";
var_dump($lulus);
echo "<br>";

# membandingkan langsung angka
echo "3 >= 3 = ";
var_dump(3 >= 3);
echo "<br>";

echo "3 < 6 = ";
var_dump(3 < 6);
echo "<br>";

echo "5 <= 3 = ";
var_dump(5 <= 3);
echo "<br>";


# anda juga bisa membandingkan antar 2 string
echo "'a' < 'b' = ";
var_dump('a' < 'b');
echo '<br>';

echo "'abc' < 'b' = ";
var_dump('abc' < 'b');
echo '<br>';

Hasilnya
90 > 80 = bool(true)
3 >= 3 = bool(true)
3 < 6 = bool(true)
5 <= 3 = bool(false)
‘a’ < ‘b’ = bool(true)
‘abc’ < ‘b’ = bool(true)

Operator Perbandingan Equal dan Identik
Dalam PHP, selain perbandingan seperti di atas. Kita juga bisa menggunakan perbandingan equal dan juga identik. Perbandingan equal tidak memperdulikan tipe data sehingga ia menganggap sama antara 10 dan “10”. Sedangkan perbandingan yang bersifat identik, ia menganggap penting tipe data sehingga dua nilai akan dikatakan sama jika dia sama dari sisi nilai dan sama dari sisi tipe datanya.

SimbolKeterangan
==sama secara equal
===sama secara identik
!=tidak sama secara equal
!==tidak sama secara identik
<>sama dengan operator !=
<?php

var_dump(10 == "10");
echo "<br>";

var_dump(10 === "10");
echo "<br>";

var_dump(10 === 10);
echo "<br>";

var_dump(10 != "10");
echo "<br>";

var_dump(10 !== "10");
echo "<br>";

var_dump(10 <> "10");
echo "<br>";

Hasil Script diatas
bool(true)
bool(false)
bool(true)
bool(false)
bool(true)
bool(false
)

Operator Logika
Operator logika membutuhkan dua operan dan satu operator. Operator yang paling sering digunakan adalah operator
and (&& / and) –> akan bernilai true jika kedua operan bernilai true.
or (|| / or) dan –> menyatakan atau
negasi atau not (!). –> akan membalik yang true menjadi false dan yang false menjadi true.

<?php

$a = true && true; # true
$b = true and false; # false
$c = false && false; # false
$d = true || false; # false

# ekspresi berikut akan diselesaikan dari kiri ke kanan
$e = true && false && false;

# ekspresi yang berada di dalam kurung diselesaikan terlebih dahulu
$f = "a" === "a" && ((3 > 5) or 3 + 5 >= 7);

# negasi
$g = !true;
$h = !(true && !false);

# var_dump semua variabel di atas untuk melihat hasilnya
var_dump($a); echo "<br>";
var_dump($b); echo "<br>";
var_dump($c); echo "<br>";
var_dump($d); echo "<br>";
var_dump($e); echo "<br>";
var_dump($f); echo "<br>";
var_dump($g); echo "<br>";
var_dump($h); echo "<br>";

Hasil Outputnya
bool(true)
bool(true)
bool(false)
bool(true)
bool(false)
bool(true)
bool(false)
bool(false)

Operator Increment dan Decrement
Operator increment (++) atau decrement (–) adalah jalan pintas dari operator += atau -= yang telah berlalu penjelasannya pada bagian operator penugasan. Dan kedua operator tersebut hanya berfungsi pada variabel saja.

<?php
/**
 * Increment
 */
$a = 1;
echo "a = {$a} <br>";
$a++;
echo "a = {$a} <br>";
$a++;
echo "a = {$a} <br>";

# isi dari variabel $a dimasukkan lebih dulu ke variabel $b
# lalu variabel $a menambah dirinya sendiri dengan angka 1
$b = $a++;
echo "b = {$b} <br>";
echo "a = {$a} <br>";

/**
 * Decrement
 */
$a--;
echo "a = {$a} <br>";
$a--;
echo "a = {$a} <br>";

# isi dari variabel $a dimasukkan lebih dulu ke variabel $b
# lalu variabel $a mengurangi dirinya sendiri dengan angka 1
$b = $a--;
echo "b = {$b} <br>";
echo "a = {$a} <br>";

Contoh Operator PHP

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
  <title>Operator</title>
</head>
<body>
  <h1>Belajar Operator PHP</h1>

  <h2>Operator Aritmatika</h2>

  <?php

  $a = 5;
  $b = 10;

  # operator aritmatika standar
  echo "{$a} + {$b} = " . ($a + $b) . " <br>";
  echo "{$a} - {$b} = " . ($a - $b) . " <br>";
  echo "{$a} * {$b} = " . ($a * $b) . " <br>";
  echo "{$a} / {$b} = " . ($a / $b) . " <br>";

  # modulus
  echo "{$a} % {$b} = " . ($a % $b) . " <br>";
  # eksponensial
  echo "{$a} ** {$b} = " . ($a ** $b) . " <br>";
  # negasi
  echo "-a = " . (-$a) . " <br>";

  ?>

  <h2>Operator Penugasan</h2>

  <?php
  $nilaiMatematika = 8;
  $rataRata = (10 + 7 + $nilaiMatematika) / 3;

  $namaDepan = "Nurul";
  $namaLengkap = "{$namaDepan} Huda";

  $a = 5;
  $a += 10; # sama dengan $a = $a + 10;
  echo var_dump($a) . "<br>";

  $a -= 20; # sama dengan $a = $a - 20;
  echo var_dump($a) . "<br>";

  $a *= 100; # sama dengan $a = $a * 100;
  echo var_dump($a) . "<br>";

  $a /= 10; # sama dengan $a = $a / 10;
  echo var_dump($a) . "<br>";

  ?>

  <h2>Operator Perbandingan</h2>

  <?php

  $nilai = 90;
  # membanding variabel
  $lulus = $nilai > 80;

  echo "{$nilai} > 80 = ";
  var_dump($lulus);
  echo "<br>";

  # membandingkan langsung angka
  echo "3 >= 3 = ";
  var_dump(3 >= 3);
  echo "<br>";

  echo "3 < 6 = ";
  var_dump(3 < 6);
  echo "<br>";

  echo "5 <= 3 = ";
  var_dump(5 <= 3);
  echo "<br>";


  # anda juga bisa membandingkan antar 2 string
  echo "'a' < 'b' = ";
  var_dump('a' < 'b');
  echo '<br>';

  echo "'abc' < 'b' = ";
  var_dump('abc' < 'b');
  echo '<br>';
  ?>

  <h2>Operator Perbandingan Equal dan Identik</h2>
  <?php

  var_dump(10 == "10");
  echo "<br>";

  var_dump(10 === "10");
  echo "<br>";

  var_dump(10 === 10);
  echo "<br>";

  var_dump(10 != "10");
  echo "<br>";

  var_dump(10 !== "10");
  echo "<br>";

  var_dump(10 <> "10");
  echo "<br>";
  ?>

  <h2>Operator Logika</h2>

  <?php
  $a = true && true; # -> true
  $b = true and false; # -> false
  $c = false && false; # -> false
  $d = true || false; # -> false

  # ekspresi berikut akan diselesaikan dari kiri ke kanan
  $e = true && false && false;

  # ekspresi yang berada di dalam kurung diselesaikan lebih dulu
  $f = "a" === "a" && ((3 > 5) or 3 + 5 >= 7);

  $g = !true;
  $h = !(true && !false);

  # var_dump semua variabel di atas untuk melihat hasilnya
  var_dump($a); echo "<br>";
  var_dump($b); echo "<br>";
  var_dump($c); echo "<br>";
  var_dump($d); echo "<br>";
  var_dump($e); echo "<br>";
  var_dump($f); echo "<br>";
  var_dump($g); echo "<br>";
  var_dump($h); echo "<br>";
  ?>

  <h2>Operator Increment dan Decrement</h2>

  <?php
  /**
   * Increment
   */
  $a = 1;
  echo "a = {$a} <br>";
  $a++;
  echo "a = {$a} <br>";
  $a++;
  echo "a = {$a} <br>";

  # isi dari variabel $a dimasukkan lebih dulu ke variabel $b
  # lalu variabel $a menambah dirinya sendiri dengan angka 1
  $b = $a++;
  echo "b = {$b} <br>";
  echo "a = {$a} <br>";

  /**
   * Decrement
   */
  $a--;
  echo "a = {$a} <br>";
  $a--;
  echo "a = {$a} <br>";

  $b = $a--;
  echo "b = {$b} <br>";
  echo "a = {$a} <br>";

  $a = 5;
  --$a;

  # variabel $a menambah dirinya sendiri dengan angka 1
  # lalu hasil terbaru tersebut akan dimasukkan ke variabel $b
  $b = --$a;
  # begitu juga yang $c.
  $c = ++$b;
  ?>
</body>
</html>

Demo Script Klik disini

E. Array

Array merupakan variabel khusus yang dapat menyimpan nilai lebih dari satu. Array merupakan tipe data bentukan yang terdiri dari kumpulan tipe data lainnya. Menggunakan array akan memudahkan dalam membuat kelompok data, serta menghemat penulisan dan penggunaan variabel.

<?php
   // cara 1
   $bulan = array("Januari","Februari","Maret","April","Mei","Juni","Juli",
            "Agustus","September","Oktober","November","Desember");
            
   echo "Bulan ke 3 adalah $bulan[2]";
   
   $profil = array("nama" => "Zulfahmi", "alamat" => "Jakarta", "usia" => "7");
   
   echo "<br>Nama saya $profil[nama], saya berasal dari $profil[alamat],
      usia saya $profil[usia] tahun";
   
   // cara 2
   $profil['nama'] = "Syaiful";
   $profil['alamat'] = "Purworejo";
   $profil['usia'] = 20;
   
   echo '<br>Nama saya '.$profil['nama'].', saya berasal dari '.$profil['alamat'].', 
      usia saya '.$profil['usia'].' tahun';
?>

Demo Script Klik disini

F. Statement Control

Statment Control digunakan untuk mengatur bagaimana data akan ditampilkan sesuai dengan kondisi tertentu. statement menjadi kunci dalam logika program. kesalahan statemen mungkin tidak menampilkan error namun aplikasi tidak berjalan dengan normal

Dalam programming terdapat 2 jenis statement kontrol yaitu:

  1. Statement Kontrol Kondisional (Bersyarat).
  2. Statement Kontrol Perulangan (looping).

    Dalam PHP, terdapat dua buah statement kontrol yang termasuk statement kontrol kondisional, yaitu IF dan SWITCH. Sedangkan yang termasuk statement kontrol perulangan adalah: FOR, WHILE, DO WHILE dan FOREACH.

    Percabangan dengan if
    Kondisi if digunakan untuk menjalankan program tertentu jika satu kondisi terpenuhi

    Format Statment if
    if(kondisi) statement

    Format Statment lebih dari dua baris
    if(kondisi){
    Statemen 1
    Statemen 2
    Statemen 3
    ………
    }

    <?php
       $nilai = 80;
       if($nilai >= 80) echo "lulus";
       
       $nilai = 70;
       if($nilai < 80)
       {
          echo "<br> tidak lulus";
       }
    ?>

    Demo script klik disini

    Percabangan if…else….
    Kondisi ini digunakan untuk menjalankan program tertentu jika satu kondisi terpenuhi, dan jika tidak terpenuhi disediakan alternatif lain.

    Format penulisan if…else….
    if (kondisi){
    Kondisi jika benar
    } else {
    Kondisi jika salah
    }

    Percabangan if…elseif…else
    Kondisi ini digunakan untuk mengecek kondisi berikutnya jika kondisi pertama tidak terpenuhi, jika semua kondisi tidak terpenuhi akan dijalankan statmen terakhir setelah else

    Format Penulisan if…elseif…else
    if (kondisi 1){
    Statment jika kondisi pertama benar;
    }
    elseif (kondisi 2){
    Statment jika kondisi kedua benar;
    }
    else {
    Statment jika semua kondisi salah;
    }

    <?php
       $nilai = 70;
       if($nilai >= 80)
       {
          echo "Sangat baik";
       }
       elseif($nilai>=60)
       {
       	  echo "Cukup baik";
       }
       else
       {
          echo "<br> tidak lulus";
       }
    ?>

    Demo script klik disini

    Percabangan switch
    Statement ini digunakan untuk menjalankan program pada setiap kemungkinan nilai dalam dari sebuah variabel

    Format Percabangan switch
    <?php
    $variabel= “nama_variabel”;
    switch($variabel)
    {
    case “option”: statement; break;
    case “option”: statement; break;
    case “option”: statement; break;
    default: statement; break;
    }
    ?>

    <?php
       $kota= "Bandung";
       switch($kota)
       {
          case "Bandung": echo "Ibukota Jawa Barat"; break;
          case "Surabaya": echo "Ibukota Jawa Timur"; break;
          case "Semarang": echo "Ibukota Jawa Tengah"; break;
          default: echo" Ibukota provinsi lain"; break;
       }
    ?>

    Demo Script Klik disini

    Perulangan dengan while
    while digunakan untuk menjalankan program secara berulang-ulang selama kondisi masih terpenuhi

    Format penulisan perulangan while
    while(kondisi)
    {
    statement
    }

    <?php
       $no = 1;
       while($no <= 10)
       {
          echo " Baris $no <br>";
          $no++;
       }
    ?>

    Demo Script Klik disini

    Perulangan dengan do … while
    igunakan untuk menjalankan program secara berulang-ulang selama kondisi masih terpenuhi, hampir sama dengan while, perbedaannya kondisi ditulis diakhir

    Format do … while
    do
    {
    statement
    }
    while (kondisi);

    <?php
       $no = 1;
       
       do
       {
          echo " Baris $no <br>";
          $no++;
       }
       while($no <= 10)
    ?>

    Demo File Klik disini

    G. Modularitas

    Sebuah file php dapat disisipi dengan file php lainnya dengan perintah include atau require
    Perbedaan dari kedua perintah ini adalah, jika menggunakan incluide ketika terjadi error maka program langsung berhenti. jika menggunakan require ketika terjadi error maka program langsung tidak langsung berhenti melainkan dilanjutkan ke baris selanjutnya.

    <?php
        echo "Tulisan ini dari file include.php <br>";
    	include("modul.php");
    ?>
    <?php
    	echo" Tulisan ini dari file modul.php";
            require("modul.php");
    ?>
    

    Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.


    *