SUHU DAN KALOR

A. Kalor dan Asas Black

Suhu adalah derajat panas/dinginnya suatu benda yang diukur dengan thermometer. Kalor yaitu bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika benda bersentuhan

Jika kalor diberikan ke benda maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi

  1. Kalor dapat mengubah suhu benda, sebagai contoh air panas memiliki suhu yang tinggi. Air dingin memiliki suhu yang rendah. Apabila kedua kondisi suhu tersebut dicampur, akan diperoleh suhu yang baru pada air. Perubahan suhu terjadi karena panas dari suhu air yang lebih tinggi berpindah ke air yang suhunya lebih rendah. Suhu rendah meningkat, karena menerima panas dari suhu tinggi. Panas yang bergerak dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah itu disebut kalor.
  2. Kalor dapat mengubah wujud zat, Suatu zat apabila diberi kalor terus-menerus dan mencapai suhu maksimum, maka zat akan mengalami perubahan wujud contoh Air yang dimasukkan kedalam kulkas lama kelamaan akan menjadi Es Balok

Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh Joseph Black. Asas ini menjabarkan: Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yg panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama.

Rumus Kalor :

Q = m x c x ΔT

Pada suhu  0^{0}

Q = mL

Pada suhu  100^{0}

Q = mU

Keterangan:
Q = Kalor (Joule)
c = Kalor Jenis (J/Kg°C)
m = Massa (Kg)
L = Kalor Lebur(J/Kg)
U = Kalor Uap(J/Kg)
ΔT = Perubahan Suhu(°C atau K

Perubahan Suhu

Perubahan wujud benda

B. Perpindahan Kalor

Tiga jenis perpindahan kalor

  1. Konduksi adalah perpindahan kalor tanpa diikuti perpindahan zat perantara contohnya ketika besi dibakar akan terasa panas diujung besi yang tidak terbakar, dan tidak ada yang berpindah dari ujung pertama keujung yang kedua.

2. Konveksi adalah perpindahan kalor dengan diikuti zat perantara, misalnya air yang dimasak

3. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara

Keterangan :
l = Panjang zat perantara (m)
k = Konduktivitas kalor (J/ms0C)
h = Koefisien konveksi (J/ms0C)
e = emisivitas radiasi (0<e<1)
σ = Konstanta Bolzman (5,67 x 10-6 W/m2K)

C. Pemuaian

Benda yang dipanaskan akan memuai dan memenuhi persamaan

1.Pemuaian Panjang (L)

Δl = lo.α.ΔT

2.Pemuaian Luas (A)

ΔA = Ao.β.ΔT

3.Pemuaian Volume (V)

ΔV = Vo.γ.ΔT

γ = 3α dan β = 2α

Keterangan:
α = Koefisien muai Panjang
β = Koefisien muai Luas
γ = Koefisien muai Volume
Δl = Perubahan muai panjang
ΔA = Perubahan muai Luas
ΔV = Perubahan muai Volume

D. Soal dan Pembahasan

  1. Soal Latihan
  2. Soal UN
  3. Soal SBMPTN

E. Presentasi Suhu dan Kalor

  1. Suhu dan Kalor (Pemuaian)
  2. Suhu dan Kalor (Termometer)
  3. suhu dan Kalor (Kalor)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*