PUASA DALAM AJARAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN HINGGA KEDOKTERAN MODERN

A. Arti Puasa
Puasa berasal dari bahasa sansekerta Upa dan Wasa, Upa artinya dekat, Wasa artinya Tuhan atau Yang Maha Kuasa. Upawasa atau puasa artinya mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha esa

Menurut kamus Bahasa Indonesia Puasa berarti menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan)

Puasa dapat kita temukan diantara orang Muslim, Yahudi, Kristen, Konghucu, Hindu, Tao, Jainis, Budha dan penganut agama-agama lainnya bahkan aliran kepercayaan sekalipun. Ini berarti Puasa merupakan bagian penting dari praktik keagamaan.

Namun begitu masing-masing punya aturan tertentu dalam menjalankan puasa dalam berbagai budaya dan agama.

B. Puasa Dalam Agama Islam
Puasa dalam Agama Islam disebut shaum, puasa dalam Islam terbagi menjadi 4 jenis, yaitu Puasa Fardu, Puasa Sunnah, Puasa Makruh dan Puasa Haram.

a. Puasa Fardu/wajib

Yang termasuk ke dalam puasa fardhu antara lain:

  1. Puasa Ramadhan
    Puasa yang dilakukan oleh umat Muslim pada bulan Ramadhan dan dilakukan sebulan penuh.
  2. Puasa Kafarat
    Puasa kafarat adalah puasa sebagai penebusan yang dikarenakan pelanggaran terhadap suatu hukum atau kelalaian dalam melaksanakan suatu kewajiban, sehingga mengharuskan seorang mukmin mengerjakannya supaya dosanya dihapuskan
  3. Puasa Nazar
    Adalah puasa  wajib yang datang dari dirinya sendiri karena telah mengadakan janji pada dirinya sendiri apabila Alloh telah menganugerahkan sesuatu maka akan berpuasa. Puasa ini tidak diwajibkan oleh Alloh, begitu juga tidak disunnahkan oleh Rasulullah saw. tetapi menjadi wajib karena telah dinazarkan.

b. Puasa Sunnah

Puasa sunnat (nafal) adalah puasa yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. Terdiri dari :

  1. Puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal
  2. Puasa Tengah bulan (13, 14, 15) dari tiap-tiap bulan Qomariyah
  3. Puasa hari Senin dan hari Kamis.
  4. Puasa hari Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah atau Haji)
  5. Puasa tanggal 9 dan 10 bulan Muharam.

c. Puasa Makruh

Puasa Makruh adalah puasa yang apabila dikerjakan tidak berdosa dan apabila ditinggalkan (tidak berpuasa) malah mendapat pahala. Puasa Makruh terdiri dari :

  1. Puasa pada hari Jumat secara tersendiri
  2. Puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan
  3. Puasa pada hari syak (meragukan)

d. Puasa Haram

Puasa haram adalah puasa yang dilarang dalam agama Islam. Puasa Haram terdiri dari :

  1. Puasa pada dua hari raya
  2. Puasa seorang wanita dengan tanpa izin suami
  3. Puasa seorang wanita ketika datang bulan/haid ataupun nifas

C. Puasa Dalam Agama Katholik
Puasa Agama Katholik dilakukan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung; masing-masing uskup dapat mengatur rincian ketentuan atas hal tersebut disesuaikan dengan keadaan di keuskupannya. Menahan hal-hal dari keiginan dunia dan keinginan manusia, seperti tidak makan tidak minum termasuk menahan nafsu, sikap, dan juga hal-hal yang paling disukai. Ini dilakukan selama 40 hari menjelang Paskah atau di kenal sebagai masa Prapaskah

Di samping puasa resmi, secara pribadi umat Katolik disarankan untuk berpuasa pada hari-hari lain yang dipilihnya sendiri sebagai ungkapan tobat dan laku tapa. Selain berpuasa, Gereja juga mempunyai kebiasaan berpantang. Pantang diharapkan untuk dilakukan setiap Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu bertepatan dengan hari raya gerejawi

D. Puasa Dalam Agama Kristen Protestan
Ajaran Puasa Umat Kristen Intinya adalah pertobatan, melawan keiginan duniawi, dan keiginan daging,  artinya keinginan daging yaitu keinginan manusia itu sendiri. Agar sebisa mungkin berpuasa dengan tidak memberitahukan atau di ketahui kepada sesamanya yang sedang berpuasa atau sesamanya yang sedang tidak berpuasa termasuk merahasiakan hari apa dia akan mulai berpuasa.

Dalam perotestan ada juga Cara Puasa dalam hal-hal tertentu selain puasa makan dan minum yaitu berpuasa mengenai rutinitas yang sering dilakukan yg paling disukainya Contohnya: Puasa Tidak menonton Tv atau puasa mendegarkan lagu selama 1 minggu, 1 bulan atau dalam jangka waktu tertentu, ada juga contoh-contoh lain yaitu rutinitas dimana kalau sedang tidak berpuasa itu sulit di hindari Rutinitas seperti itulah yang di puasakan dalam Protestan.

Puasa protestan tidak berpatokan pada hari-hari tertentu harus berpuasa, tetapi dalam keyakinan Protestan Pribadi masing-masing yaitu manusia itu sendiri yang menentukan hari untuk berpuasa yang dipilihnya sendiri selama 1 minggu, 1 bulan dan jangka waktu tertentu yang dipilihnya di harapkan bisa lagi berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

E. Puasa Dalam Agama Hindu
Puasa dalam agama Hindu disebut dengan Upawasa. Dan yang paling terkenal adalah Upawasa pada saat Hari Raya Nyepi. Sama seperti Islam, Hindu juga memiliku 4 jenis puasa, diantaranya :

  1. Upawasa Wajib
    Puasa yang diwajibkan dalam agama Hindu adalah puasa pada hari raya tertentu seperti Nyepi, Siwaratri, Purnama dan Tilem. Dan puasa untuk menebus suatu kesalahan tertentu seperti membunuh dan berzina.
  2. Upawasa Tidak Wajib
    Puasa tidak wajib dalam agama Hindu adalah puasa yang dilaksanakan di luar ketentuan di atas, misalnya pada hari-hari suci: Odalan, Anggara Kasih, dan Buda Kliwon. Puasa ini diserahkan pada kebijakan masing-masing, apakah mau siang hari saja atau satu hari penuh. Ingat bahwa pergantian hari menurut Hindu adalah sejak fajar sampai fajar besoknya; bukan jam 00 atau jam 12 tengah malam.
  3. Puasa berkaitan dengan upacara tertentu
    Biasanya dilakukan setelah upacara mediksa atau mewinten.
  4. Puasa berkaitan dengan hal-hal tertentu
    Puasa tersebut biasanya dilakukan saat bersemadhi, bermeditasi atau memohon petunjuk kepada Tuhan YME.

Aturan-aturan berpuasa bermacam-macam, antara lain:

  1. Upawasa yang dilaksanakan dalam jangka panjang lebih dari sehari, di mana pada waktu
    siang tidak makan/minum apa pun. Yang dinamakan siang adalah sejak hilangnya bintang
    timur daerah timur sampai timbulnya bintang-bintang di sore hari;
  2. Upawasa jangka panjang antara 3-7 hari dengan hanya memakan nasi putih tiga kepel
    setiap enam jam dan air klungah nyuh gading;
  3. Upawasa jangka pendek selama 24 jam tidak makan/minum apa pun disertai dengan mona
    (tidak berbicara), dilaksanakan ketika Siwaratri dan sipeng (Nyepi);
  4. Upawasa total jangka pendek selama 24 jam dilaksanakan oleh para wiku setahun sekali
    untuk menebus dosa-dosa karena memakan sesuatu yang dilarang tanpa sengaja; puasa itu
    dinamakan santapana atau kricchara;
  5. Upawasa total jangka pendek selama 24 jam dilaksanakan oleh para wiku setiap bulan
    untuk meningkatkan kesuciannya, dinamakan candrayana.

F. Puasa Dalam Agama Budha
Puasa dalam agama Buddha disebut Uposatha. Puasa ini tidak wajib bagi umat Buddha, namun biasanya dilaksanakan dua kali dalam satu bulan (menurut kalender buddhis dimana berdasarkan peredaran bulan), yaitu pada saat bulan terang dan gelap(bulan purnama). Namun ada yang melaksanakan 6 kali dalam satu bulan, tetapi puasa (uposatha) tersebut tidak wajib.

Puasa dalam agama Budha juga memiliki beberapa aturan, yaitu :

  1. Tidak Membunuh
  2. Tidak Mencuri
  3. Tidak Melakukan Hubungan Sex
  4. Tidak Berbohong
  5. Tidak berkonsumsi makanan yang membuat kesadaran lemah dan ketagihan (alkohol, obat-obatan terlarang)
  6. Tidak makan pada waktu yang salah ( tidak boleh makan setelah lewat tengah hari hingga subuh/dinihari)
  7. Tidak bernyanyi, menari atau menonton hiburan. Juga tidak memakai perhiasan, kosmetik, atau parfum.
  8. Tidak duduk atau berbaring di tempat duduk atau tempat duduk yang besar dan tinggi

Puasa (uposatha) seorang umat Buddha dinyatakan sah, apabila ia mematuhi ke-8 larangan tersebut seperti yang tertulis di atas. Jika salah satu larangan tersebut dilanggar baik sengaja atau tidak berarti ia puasanya (uposatha-nya) tidak sempurna.

Ada satu jenis kegiatan lagi dalam agama Buddha yaitu vegetaris. Vegetaris berarti tidak makan makanan bernyawa (dalam hal ini daging). Atau bisa dikatakan hanya memakan sayur-sayuran.

Dalam pelaksanaan vegetaris ini, umat Buddha yang vegetarian ini tidak makan daging, termasuk jenis bawang-bawangan. Untuk telur atau susu, ada vegetarian yang masih makan, ada yang tidak. Namun vegetarian murni tidak makan telur atau pun susu. Dalam melaksanakan puasa ini (vegetaris), seseorang boleh makan kapan pun dalam 24 jam, namun hanya makan sayur-sayuran, tidak boleh daging dan bawang-bawangan. Puasa ini (melaksanakan vegetaris) tidak wajib bagi umat Buddha. Biasanya umat Buddha melaksanakannya tanggal 1 dan 15 berdasar kalender lunar (berdasar revolusi bulan), ketika bulan purnama menurut perhitungan Cina.

G. Puasa Dalam Agama Yahudi
Ada dua hari puasa utama dan empat hari puasa kecil yang merupakan bagian dari tahun Yahudi.

Dua puasa utama, Yom Kippur dan Tisha B’Av,yang berakhir hanya selama dua puluh empat jam. Puasa dimulai sebelum matahari terbenam, ketika masih ada cahaya di sebelah luarnya, dan diakhiri setelah matahari terbenam berikutnya, ketika terlihat gelap di sebelah luarnya dan tiga bintang dapat dilihat di langit.

Empat puasa kecil dalam kalender Yahudi. Ini adalah puasa yang dilembagakan oleh orang bijak untuk memperingati tragedi nasional. Puasa kecil dilakukan dari fajar sampai malam, dan yang berpuasa diizinkan untuk sarapan jika ia bangun sebelum matahari terbit untuk tujuan melakukannya.

Berikut ini adalah puasa kecil yang di lakukan Umat Yahudi

  1. Puasa Gedalya
    Puasa untuk memperingati pembunuhan gubernur Yahudi Israel yang merupakan peristiwa penting dalam kejatuhan bangsa pertama.
  2. Puasa Tebet
    Puasa tebet adalah puasa untuk memperingati awal dari pengepungan Yerusalem. Ini juga memproklamirkan hari peringatan bagi enam juta orang Yahudi yang tewas dalam Holocaust.
  3. Puasa Ester
    Memperingati tiga hari berpuasanya Ester sebelum mendekati Raja Ahasyweros atas nama bangsa Yahudi. Puasa ini berkaitan dengan Purim. Jika 13 Adar jatuh pada hari Jumat atau Sabtu, puasa akan dipindahkan ke hari Kamis sebelumnya, karena tidak bisa bergerak maju hari (itu akan jatuh pada Purim).
  4. Puasa Tammuz
    Puasa yang dilakukan untuk memperingati hari ketika dinding Yerusalem dilanggar.

H. Puasa Dalam Agama Kong Hu Chu
Puasa wajib dilakukan mulai hari ketiga setelah tahun baru imlek dalam rangka menyongsong sembahyang besar kepada Tuhan Yang Maha Esa pada malam tanggal 8 (menjelang 9) bulan satu penanggalan Imlek (lunar). Puasa dilaksanakan mulai hari kedua setelah Tahun Baru Imlek sampai dengan hari ke 8
Dianjurkan umat berpuasa, berpantang daging setiap tanggal 1 dan 15 dari penanggalan imlek (Lunar)

Dalam pelaksanaannya ada 2 (dua) cara “berpuasa” dalam agama Khonghucu, yaitu :

  1. Berpantang ( 斋=Zhai ) melakukan makan berpantang untuk tidak makan makanan tertentu atau makan makanan tertentu saja atau makan secara bersela dan bukan tidak makan sama sekali. biasanya mereka hanya memakan sayur-sayuran.
  2. Berjaga ( 戒=Jie ) bentuk Pengendalian Nafsu, yang terkait pada prilaku dan atau perbuatan.

I. Puasa Dalam Agama Jainisme
Jainisme  adalah agama tua di India yang asal-muasalnya bersisian dengan Hindu.

Dalam ajaran Jainisme untuk pengendalian fisik dan fikirannya mereka senantiasa melaksanakan pola hidup vegetarian, jiwa harus ditebus melalui puasa dan meditasi. puasa dan tidak tanggung-tanggung, masih ada yang melaksanakan puasa selama satu tahun. Menurut ajaran jainisme suatu kemuliaan bagi penganut Jain apabila  membiarkan dirinya mati kering-kerontang kelaparan

J. Puasa Dalam Agama Shinto
Agama Jepang biasanya disebut dengan agama Shinto. Berpuasa menurut agama ini adalah berpantang.

Agama Shinto di Jepang dikatakan orang sebagai agama yang para penganutnya dikenal sebagai orang-orang yang berpantang. Siapa saja tidak boleh menyisir rambut, mencuci, makan daging, maupun mendekati wanita-wanita.

Berpuasa dalam agama Shinto berfungsi sebagai pemurnian batin selama persiapan tindakan kultis.

I. Puasa Di Yunani Kuno
Di Yunani kuno, ritual puasa berlangsung selama misteri Eleusinian untuk menghormati Demeter, dewi kesuburan. Hal ini diketahui dari catatan sejarah bahwa bahwa Seneca dan Sisero berpantang makan atau puasa untuk melatih mental mereka.

J. Puasa Kejawen (Puasa tradisi Jawa)
Puasa dalam tradisi jawa biasa disebut Tirakat ada juga yang menyebutnya topo. Macam-macam puasa berdasarkan tradisi jawa adalah sebagai berikut.

  1. Puasa Mutih tidak memakan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja. Ketika dikonsumsi, nasi putihnya pun tidak boleh ditambah bahan apapun termasuk gula dan garam. Sebelum melakukan puasa mutih ini
  2. Puasa Ngeruh seseorang hanya boleh memakan sayuran/buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, dan sebagainya.
  3. Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
  4. Puasa Pati Geni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya).
  5. Puasa Ngelowong Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
  6. Puasa Ngrowot adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
  7. Puasa Nganyep Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
  8. Puasa Ngidang Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
  9. Puasa Ngepel, Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari
  10. Puasa Ngasrep Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.
  11. Puasa Senin – kamis Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.
  12. Puasa Wungon Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
  13. Puasa Tapa Jejeg Tidak duduk selama 12 jam
  14. Puasa Lelono Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).
  15. Puasa Kungkum Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Ada beberapa tatacara tapa kungkum yang harus dipatuhi dan biasanya dilakukan semala 7 malam.
  16. Topo Ngalong Tapa ini juga begitu unik karena dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.
  17. Puasa Ngeluwang adalah puasa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Puasa/Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi.
  18. Tapa bisu, tidak berbicara hingga waktu tertentu
  19. Tapa Ngrame Cara berpuasa ini adalah seperti laku mengurangi, yaitu kita berpuasa, namun jangan sampai orang lain tahu kalau kita tengah berpuasa. Dalam keseharian kita tetap beraktifitas seperti biasanya. Makan sekedarnya, sokur-sokur hanya dua atau tiga sendok makan saja dalam sekali makan.
  20. Puasa weton (wetonan) adalah puasa untuk memperingati hari kelahiran seseorang sesuai laku dalam budaya jawa. Perhitungan waktu mulai berpuasa dan menutup puasa dilakukan berdasarkan perhitungan hari dalam kalender jawa.
  21. Puasa neptu 40, puasa ini juga hanya dilakukan pada hari-hari yang ber neptu 40, di antaranya adalah :
    • Jum’at Pahing, Sabtu Pon dan Minggu wage ;
    • Sabtu Kliwon, Minggu legi, dan Senin pahing ;
    • Selasa Kliwon, Rabu legi dan Kamis Pahing ;
    • Rabu pon, Kamis Wage dan Jum’at Kliwon;
    • Kamis wage, Jum’at kliwon dan Sabtu legi;

K. Puasa Dalam dunia Kedokteran Moderen
Awal Pengetahuan Medis tentang Puasa

Puasa merupakan disposisi fisiologis yang dimiliki oleh manusia maupun hewan. Para tabib maupun dokter modern telah menemukan kemampuan ini dalam diri manusia dan hewan sejak lama.

  1. Dokter Yunani, Hippocrates (460-375 SM) menganggap makanan tertentu sebagai obat untuk penyakit. Namun, hanya melalui puasa ditemukan “penyembuhan yang ajaib”.
  2. Sekitar 600 tahun kemudian, seorang dokter Yunani bernama Galen, pendiri humoral patologi  juga menggunakan puasa sebagai terapi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  3. Dokter Persia dan Avicenna (980 – 1038 AD) membahas manfaat puasa bagi kesehatan.
  4. Hildegard von Bingen (1098-1179 M) mengajurkan kegiatan puasa untuk mengobati sekitar 40 jenis penyakit yang berbeda.
  5. Pada abad ke-16, Paracelsus menggunakan istilah “penyembuhan dari dalam” untuk puasa sebagai cara untuk  mengatur metabolisme tubuh.
  6. Friedrich Hoffmann (1660-1742), seorang dokter pribadi raja pertama Prusia, menulis buku tentang penyembuhan penyakit serius melalui moderasi dan puasa.
  7. Di Amerika, dokter Edward Hooker Dewey (1840-1904) menulis buku “The No-Breakfast Plan and the Fasting-Cure“, yang menarik perhatian seluruh Eropa pada masa itu. Herbert Shelton, seorang sarjana dari Dewey, memprakarsai gerakan berpuasa sebagai “Higienisasi Alami”. Henri Tanner melakukan percobaan puasa pada dirinya sendiri dengan selama 42 hari di Medical College di New York.
  8. Di Jerman, Sebastian Kneipp (1821-1897) menganjurkan berpuasa terutama untuk penyakit infeksi akut. Dokter Austria, Franz Xaver Mayr (1875-1965) mengembangkan metode pembersihan usus dengan puasa teh dan susu. Di Jerman ada 2 dokter yang menganjurkan puasa, yakni Siegfried Möller dan Gustav Riedlin. Kemudian, Otto Buchinger yang mengenal kedua dokter tersebut melakukan penyembuhan rematik sendi dan gangguan kandung empedu kronis dengan melakukan puasa selama waktu tertentu dengan pengawasan medis. Otto Buchinger akhirnya dikenal dalam sejarah medis dalam mengembangkan metode terapi puasa.

Kesimpulan

Puasa ditemukan dalam praktik keagamaan dan budaya yang telah dilakukan dari abad ke abad hingga awal kedokteran modern. Hal ini sesuai Firman Alloh dalam QS. Al Baqarah: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa

Karena Puasa adalah perintah dan tuntunan dari semua Sang Pencipta tentunya punya efek yang sangat baik dan besar untuk Manusia.

Diantara efek bagi kehidupan manusia adalah untuk kesehatan tubuh dan pikiran, hal ini terbukti dari dunia kedokteran yang menyarankan puasa.

Dengan puasa dapat menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga ia siap mencari sesuatu yang menjadi pusat kebahagiaannya, menerima sesuatu yang mensucikannya, yang di dalamnya terdapat kehidupan yang abadi, mematahkan permusuhan nafsu terhadap rasa lapar dan dahaga serta mengingatkan kita dengan orang-orang miskin yang menderita kelaparan setiap harinya. puasa dapat menyempitkan jalan setan pada diri manusia dengan menyempitkan jalan aliran makanan dan minuman yang masuk ketubuh manusia.


Bacaan Terkait : muslim.or.id, tribunnews.com, tipsmu-tipsku.com, paduarsana.com, primbonbahasajawa.com, wikipedia.org, prabukalianget, sofiswa, rianfardani, elangnusantara, kaskus.co.id

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*