KHUTBAH JUMAT BULAN SAFAR

Sidang Jamaah Rokhimakullullah

Marilah pada siang hari ini kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Dan hendaknya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, semoga beliau ditempatkan ditempat yang paling mulia disisi Alloh  swt.

Sidang Jamaah Rokhimakullullah

Firman Alloh dalam QS AL BAQARAH:189

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji;

Hari ini adalah hari jumat, dan telah memasuki tanggal 10 shofar 1440 H, Bulan Safar, yaitu bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah).  Safar dalam arti kosong sebab menjadi kebiasaan dari orang Arab pada jaman dulu akan meninggalkan rumah ketika bulan sofar, ada juga yang berpendapat bahwa sofar diambil dari nama penyakit yang disebut penyakit safar.

Telah menjadi kepercayaan keliru oleh sebagian umat bahwa Safar adalah bulan sial atau bulan bencana. Bahkan masyarakat jawa berkeyakinan bahwa mempunyai hajat dibulan safar akan mengakibatkan kekurangan dan banyak hutang, akibatnya jika kita lihat di Jakarta (kebetulan di Jakarta banyak orang jawa) ketika bulan besar/dzulhijjah hajatan banyak bukan maen, jalan banyak yg ditutup untuk hajatan, bahkan bisa kondangan sehari 4 kali, namun ketika memasuki bulan Muharrom atau yg disebut bulan suro hajatan sepi, mereka berkeyakinan jika menikahkan dibulan suro akan mengakibatkan kesukaran dan selalu bertengkar, sekarng sudah memasuki bulan sofar hajatan masih sepi karena masih menganggap bulan safar adalah bulan pantangan, bulan naas

  • Sebagian umat Islam Indonesia(banten, jawa barat, jawa timur) pada bulan sofar tepatnya hari Rebo wekasan Allah menurunkan tiga ratus dua puluh malapetaka atau bencana. ( Al-Buni dalam Kitab Al-Firdaus), Pada hari Rebo wekasan ini juga diyakini tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang penting seperti perjalanan jauh, pernikahan, berdagang dan sebagainya. Jika masih dilakukan, maka akan mendapat kesialan itu keyakinan mereka
  • Sebagian orang di india yakni jika tiga belas hari pertama pada bulan Safar merupakan hari naas yang terdapat banyak bala. ( Ad-Dahlawi, Risalah Tauhid )
  • Masyarakat Arab jahiliyyah beranggapan jika bulan Safar merupakan bulan penuh sial. ( Shahih Bukhari no. 2380 dan Abu Dawud no. 3915 )
  • Masyarakat Arab jahiliyyah meyakini jika ada penyakit cacing atau ular dalam perut yang dinamakan safar, pada bulan sofar ini akan berontak karena lapar sekaligus membunuh penderitanya yang juga diyakini lebih menular dari pada penyakit gatal. ( Shaih Muslim : 1742, Ibnu Majah : 3539 )

Padahal, mitos bahwa bulan safar sebagai bulan sial sebenarnya sudah dibantah oleh Rasulullah Muhammad saw yang menyatakan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”

Pada bulan safar ini tedapat kejadian penting untuk perkembangan agama islam, dan semua kejadian itu akan mematahkan anggapan kesialan untuk bulan safar ini. Dan beberapa kejadian ini akan semakin meyakinkan kita bahwa mitos itu tidak benar adanya. Peristiwa penting itu diantaranya :

Pertama, Peristiwa Pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah binti Khuwailid.

Kedua, Kemengan umat islam saat Perang Khaibar. Perang Khaibar merupakan peperangan kaum muslimin dengan Yahudi di Khaibar. Kaum Muslimin menaklukkan sebuah benteng yang berlapis dengan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengepung dan menembus masuk ke benteng tersebut.namun kemenangan ada dikaum muslimin.

Ketiga, Pengangkatan Usamah Bin Zaid. Usamah Bin Zaid adalah sahabat Rasulullah saw yang masih belia usianya. Pada bulan safar Rasulullah memerintahkan untuk berangkat ke tanah al-Balqa yang berada di Syam pada tanggal 29 Safar tahun 11 H  Rasululllah memanggil Usamah bin Zaid supaya menghadap beliau. Setelah Usamah menghadap, Nabi mengangkatnya menjadi panglima perang untuk memimpin pasukan yang akan diberangkatkan itu.

Keempat, adalah Peristiwa Penaklukan Persia. Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab pada tanggal 14 Safar 16 H Kaum muslimin dibawah pimpinan Saad bin Abi Waqash memperoleh kemenangan atas Persia.

Sidang jamaah rohimakululloh, kesimpulannya Bulan shofar bukanlah bulan sial, Rosululloh nikah dibulan sofar, beliau mengangkat panglima perang dibulan shofar, perang melawan yahudi(perang khaibar)  dimenangkan pada bulan shofar, penaklukan Persia juga pada bulan shofar. Pendapat yang menyatakan jika bulan Safar adalah bulan sial dan tidak baik untuk mengadakan sebuah acara penting merupakan khufarat atau tahayul dan mitos.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*