SETELAH GO-JEG DAN GRAB-BIKE KINI HADIR BLUE-JEK

Setelah Go-Jek dan Grab-bike, kini hadir layanan ojek online dengan nama Blu-Jek

Jasa layanan ojek berbasis aplikasi kembali meramaikan jalan-jalan kota besar, khususnya Jakarta. Setelah Go-jek dan Grab-bike, kini warga Ibu Kota kembali ditawarkan pilihan lain dengan hadirnya layanan sejenis, Blu-Jek.

“Kami mempersiapkan Blu-Jek selama 1 tahun terakhir. Dari sisi pengendara, kami telah memperiapkan 1000 orang rider, dan sedang dalam proses untuk menambah 1000 orang rider lagi,” kata Garret Kartono, co-founder Blu-Jek.

Garret menjelaskan bahwa Blu-Jek berasal dari kata Blusukan. Blu-Jek diharapkan dapat menjadi alternatif dalam menghindari kemacetan ibu kota. Selain itu, kata Blu sendiri menggambarkan identitas warna yang digunakan yaitu Blue atau biru.

Blu-Jek hadir dengan empat layanan sekaligus yang dapat diakses melalui call center maupun aplikasi smartphone yang bisa diunduh di PlayStore (Android) dan App Store (iOS).
Blu-Rider, jasa transportasi untuk menjemput dan mengantar konsumen sampai ke tujuan.
Blu-Pick, jasa pengiriman dokumen/ barang kilat yang akan mengantarkan paket konsumen di mana semua paket akan dilindungi dengan asuransi.
Blu-Shop, jasa personal shopper yang akan mempersingkat waktu belanja konsumen dengan batas maksimal pembelanjaan Rp 1.000.000.
Blu-Menu, jasa pembelian dan pengantaran makanan dari restoran dan tempat makan favorit konsumen.

“Kami menargetkan 4000 orang rider hingga akhir tahun ini, namun angka ini dapat berubah tergantung dengan antusiasme masyarakat,” ujar Garret.

Sementara itu diberitakan liputan6.comKeberadaan layanan aplikasi ojek online,  kini mulai menuai pro dan kontra. Memang, hadirnya terobosan ini telah memudahkan banyak orang untuk lebih praktis bertransportasi di tengah padatnya jalanan ibukota.
Di sisi lain, layanan ini juga membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi para ojek pangkalan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Namun, baru-baru ini dikabarkan bahwa layanan tersebut mulai meresahkan beberapa penggunanya. Berdasarkan sebuah artikel yang dilaporkan di laman Aitinesia, layanan ojek online rupanya memiliki tendensi untuk melanggar privasi penumpang.
Bahkan, telah terdapat beberapa bukti screenshot yang memperlihatkan sejumlah SMS dari pengemudi yang menggoda, serta sampai mengancam penumpangnya karena telah memberikan rating buruk ke pengemudi tersebut.
Kontan, screenshot ini pun beredar di linimasa jejaring sosial dan menjadi isu perbincangan hangat para netizen, khususnya penumpang yang kerap menggunakan layanan ini setiap harinya.

Tentunya sangatlah mungkin bagi para pengemudi untuk dapat mengetahui semua informasi pribadi penumpangnya secara mendetil hingga menghubungi langsung penumpangnya, karena aplikasi layanan ojek online tersebut menyimpan data penumpang mulai dari nama, nomor telepon, bahkan sampai lokasi penjemputan serta lokasi tujuan.

Nyatanya, hal ini dirasakan beberapa penumpang cukup mengganggu. Setelah melihat isi dari screenshot tersebut, mereka pun meminta pihak manajemen perusahaan layanan ojek online untuk segera merahasiakan data pribadi mereka agar hal serupa tidak terjadi.

Selain permasalahan diatas, muncul masalah baru dengan para ojek pangkalan. Beberapa kali dikabarkan terjadi bentrokan antara ojek pangkalan dengan driver layanan ojek online.
Akankah kehadiran Blu-jek menjadi solusi permasalahan diatas, atau justru semakin menambah rentetan daftar permasalahan sejenis

sumber: dakwatuna

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*